Senin, 22 November 2021

TIK DALAM PENDIDIKAN NON FORMAL

Rancangan Produk TIK Dalam Pendidikan Non Formal











Marfalak_19005026

TIK dalam PLS

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang


Hallo Guys! Gimana nih kabar sahabat?

Mudah-mudahan kabar baik yaaa... hehehe

By The Way, Thanks Ya dah buka Blog ni, Thanks kali lo.... Hehehe

Kali ini kita bakal bahas, gimana sih rancangan produk TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah?

Perencanaan adalah suatu proses. Proses perencanaan merupakan rangkaian urutan rasional di dalam penyusunan rencana. Proses mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: - Dapat disesuaikan dengan tujuan -Dapat disesuaikan dengan keterbatasan yang ada -Dapat dikembangkan sesuai dengan teknik dan kebutuhan tertentu (Wikipedia)

Pengertian produk secara umum adalah segala sesuatu yang mampu dihasilkan dari proses produksi berupa barang ataupun jasa yang nantinya bisa diperjualbelikan di pasar.

Pendapat lain ada yang mengatakan bahwa pengertian produk adalah suatu substansi yang diproduksi oleh pihak produsen dan ditawarkan ke pasar agar bisa memenuhi keperluan ataupun kebutuhan konsumen. Produk dalam hal ini bisa ditujukan untuk konsumen akhir ataupun konsumen antara.

Philip Kotler menjelaskan bahwa pengertian produk adalah segala hal yang bisa ditawarkan, dipunyai, dimanfaatkan ataupun dikonsumsi agar mampu memuaskan kebutuhan ataupun keperluan konsumen. Didalamnya mencakup wujud fisik, jasa, orang, tempat organisasi ataupun suatu ide.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengertian produksi adalah segala hal yang bisa ditawarkan di pasar agar bisa dikonsumsi atau digunakan untuk bisa memenuhi keperluan atau kebutuhan konsumen di segala bidang yang diperlukan.

Selanjutnya, Produk dalam pendidikan luar sekolah merupakan produk yang dibuat dan dirancang menggunakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, yang mana hal tersebut bisa menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi sasaran dalam produk tersebut.

Seterusnya, dalam produk tersebut sasarannya adalah warga belajar yang ada ditengah masyarakat. Dimana seorang pengelola ataupun sebagai pendidik masyarakat harus bisa dalam merancang produk tersebut, yang mana juga produk tersebut bisa dijadikan bahan sesuatu yang berharga dalam melaksanakan pembelajaran pada warga belajar.

Sebagai contoh produk pembelajaran berbasis TIK dalam pembelajaran masyarakat adalah suatu masyarakat yang dijumpai memiliki masalah dalam pembelajaran pemberdayaan masyarakat, dimana kelompok masyarakat memiliki potensi yang mumpuni baik itu potensi SDM maupun SDM nya. Selanjutnya mereka tidak tau bagaimana mengeksplor potensi tersebut.

Nah.. Disinilah peran seorang pengelola masyarakat berperan aktif, dimana ia bisa merancang suatu produk dalam memberdayakan potensi tersebut, semisal ia bisa merancang suatu bagaimana cara membuat proposal produk tersebut, bagaimana merancang potensi tersebut tersalurkan dan masih banyak lagi hal lain yang bisa dirancang dalam pemberdayaan masyarakat tersebut.

Selanjutnya, dari rancangan tersebut bisa nih dilanjutkan pada tahap pembuatan produknya, yang mana produk ini nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan tentunya...

Sekian dari penulis sendiri, Semoga bermamfaat.

Jangan lupa buat ninggalin komentarnya guys :) 

Terimakasih...


Daftar Bacaan:

https://accurate.id/bisnis-ukm/pengertian-produk/ diakses pada 22 November 2021

Selasa, 16 November 2021

10 Patokan Dikmas

10 PATOKAN PENDIDIKAN MASYARAKAT


Pendidikan masyarakat dikenal sebagai pendidikan non formal, dimana pendidikan ini berperan sebagai penambah, pengganti serta pelengkap untuk pengetahuan dan keterampilan yang tidak bisa di dapat di jalur pendidikan formal. Selain itu, pendidikan masyarakat juga bergerak di berbagai bidang yang menyangkut kemasyarakatan. Pendidikan masyarakat terkenal dengan prinsipnya yaitu education for all, artinya dengan adanya pendidikan masyarakat semua orang bisa mengenyam pendidikan dan meningkatkan aktualisasi dirinya tanpa mengenal usia, latar belakang pendidikan, dan tanpa batas waktu yakni life long education.

Belajar sepanjang hayat pada hakikatnya benar-benar ada dalam diri manusia, manusia akan terus menerus belajar di sepajang hidupnya tanpa mengenal batas usia. Bayi baru lahir dia akan belajar dari ibunya, orang dewasa belajar dari lingkungan dan orang-orang disekitarnya begitupun dengan lansia mereka akan terus menerus belajar dari lingkungan sekitarnya demi bertahan hidup. Diantara 10 patokan dikmas yaitu :

1. Warga belajar

Warga belajar merupakan anggota masyarakat yang ikutdalam satu kegiatan pembelajaran. Mengapa tidak digunakan istilah peserta didik, murid,siswa ? hal ini dikarenakan pendidikan masyarakat memiliki konotasi bahwa anggota masyarakat tersebut sebatas penerima tidak jadi pemilik atau penetu, kurang terlihataspek keterlibatan, sedang dalam kegiatan PLS warga belajar turut aktif dalam menentukan apa yang diinginkannya untuk dipelajari. Istilah warga merupakan bahwa anggota masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.

2. Sumber belajar

Sumber belajar merupakan warga masyarakat yang memiliki kelebihan baik dibidang pengetahuan atau keterampilan, sikap dan mampu serta mau mengalihkan apa yang dimilikinya pada warga belajar melalui proses pembelajaran. Sumber belajar adalah orang yang merasa memiliki tanggungjawab untuk meningkatkan kemampuan manusia yang ada dilingkungannya. Sumber belajar bukan hanya mereka yang memiliki ijazah pada tingkat pendidikan tertentu, tetapi mereka yang tidak sekolah sekalipun, tetapi memiliki keunggulan tersebut pada orang lain dapat menjadi sumber belajar.

3. Pamong belajar

Pamong belajar merupakan warga masyarakat yang membina, membimbing, mengarahkan dan mengorganisir program pemberdayaan masyarakat disekitarnya. Pamong belajar yang akan menjamin terjadinya proses pembelajaran bagi warga belajar yang telah memutuskan untuk mengikuti program tertentu. Pamong belajar adalah mereka yang bertempat tinggal disekitar warga belajarsehingga warga belajar sehingga mereka mudah berkomunikasi dan saling mendukung; pamong belajar bukan petugas structural pemerintahan, tetapi petugas yang diterimaoleh warga belajar sebagai pembimbing mereka.

4. Sarana belajar

Sarana belajar adalah bahan dan alat yang ada di lingkungan masyarakat yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Sarana belajar dalam wujudnya dapat berbentuk buku, bangunan, kekayaan alam, hewan, tumbuhan, dan apasaja yang apabila dipelajari dapat menambah dan meningkatkan wawasan dan pengetahuan warga belajar.

5. Tempat belajar

Tempat belajar yaitu suatu tempat yang memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Tempat belajar pendidikan masyarakat tidak harus terpaku diruangan namun bisa dimana saja yang dianggap layak dijadikan sebagai tempat pembelajaran, contohnya seperti di alam, rumah, kelas maupun di masjid.

6. Dana belajar

Dana belajar yaitu uang atau materi lainnya yangdapat digunakan untuk membeli peralatan, sarana prasarana dan kebutuhan lainnya demi menunjang kegiatan pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan baik dan dibantu fasilitas yang layak. Dana bisa didapat dari pemerintahan, tokoh masyarakat, pengusaha di lingkungan dimana warga belajar tinggal maupun bersumber dari warga belajar itu sendiri.

7. Ragi belajar

Rangsangan yang diberikan kepada warga belajar berupa motivasi, inspirasi dan pengetahuan serta keterampilan untuk membangkitkan semangat warga belajar sehingga proses pembelajaran terjadi tanpa paksaan atau gertakan tetapi terjadi karena inisiatif sendiri.

8. Kelompok belajar

Sejumlah warga belajar yang terdiri dari 5-10 orang yang berkumpul dalam satu kelompok, memiliki tujuan dan kebutuhan yang sama, dan bersepakat untuk saling membelajarkan. Kelompok inilah bersama sumber belajar dan pamong belajar untuk menentukan tempat dan waktu berlangsungnya proses pembelajaran.

9. Program belajar

Serangkaian kegiatan yang mencerminkan tujuan, isi pembelajaran, cara pembelajaran, waktu pembelajaran atau sering disebut dengan garis besar kegiatan belajar. Program disusun berdasarkan kebutuhan warga belajar, sehingga warga belajar menjadi pemilik dari program tersebut. Program pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan warga belajar akan menyebabkan kejenuhan dan meninggalkan program. Program belajar tidak diatur, dipaksakan oleh orang lain, tetapi tumbuh dari keinginan dan kebutuhan warga belajar. Utnuk menjamin mutu setiap program disusun acuan terendah yang harus dicapai setelah menyelesaikan program.

10. Hasil belajar

Hasil belajar merupakan serangkaian pengetahuan, keterampilan da sikap yang dikuasai warga belajarsetelah proses pembelajaran dilalui dalam kurun waktu tertentu. Kebermaknaan hasil belajar bagi peningkatan mutu hidup dan kehidupan warga belajar menjadi patokan keberhasilan. Hasil belajaryangdapat memperbaiki kehidupan merupakan ragi belajar untuk untuk proses lebih lanjut.


Marfalak, 17 November 2021

Senin, 15 November 2021

TIK PENDIDIKAN NON FORMAL

APLIKASI TIK DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Marfalak_19005026
TIK dalam PLS
Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang

1. Pembelajaran Kejar Paket C berbasis ICT

Merupakan salah satu program kelompok kerja (Pokja) Kesetaraan BP-PLSP Regional I. Program ini difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Ditjen PLS, Depdiknas, melalui dana block grant perluasan akses pendidikan kesetaraan dengan memanfaatkan information and communication technology (ICT) tahun 2006. Produk daripada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi Pembelajaran Paket C Berbasis Web.

Mewakili tim pengelola program ini, Arifin Ambarita,S.Si. dari atas pentas menyampaikan bahwa peserta didik hanya mendaftar melalui internet dan tak perlu datang secara langsung ke penyelenggara. Pembelajaran juga melalui internet dan seluruh modul-modul dapat didownload. Untuk menguji tingkat kompetensi peserta didik disediakan soal-soal untuk dikerjakan dan secara langsung dapat diketahui skor setelah usai mengerjakan.

Sasaran program ini tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik pada kelompok belajar Paket C yang dikelola BP-PLSP Regional I tapi juga melayani kelompok-kelompok belajar yang dikelola SKB di Kabupaten/Kota, PKBM dan satuan pendidikan nonformal lainnya. Modul dan soal yang disediakan dapat diakses oleh peserta didik setelah melakukan registrasi terlebih dahulu.

Setiap satu topik materi diadakan ujian secara online dan peserta didik dapat langsung mengetahui jawabannya. Apabila skornya 60 maka dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pembelajaran berikutnya. Apabila skornya dibawah 60 maka dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang.

2. Teknologi Radio Paket                

Terkait dengan masalah infrastruktur penunjang teknologi informasi, terdapat beberapa pilihan yang dapat dilakukan, tapi salah satu solusi yang tepat melihat situasi serta kondisi masyarakat yang menjadi sasarannya adalah dengan menggunakan konsep yang ditelurkan oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yaitu dengan menggunakan teknologi Radio Paket. Dengan menggunakan teknologi ini kita sudah dapat membangun suatu jaringan komputer dengan biaya murah serta mudah. Selain itu teknologi ini dapat digunakan di daerah-daerah yang belum dijangkau oleh koneksi dial-upnya telkom. Tentu saja pembangunan ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah daerah.

Perangkat-perangkat informasi seperti Situs, e-learning serta sistem informasi pendidikan luar sekolah juga menjadi poin yang penting untuk dikembangkan sebab dari sanalah semua bahan dan informasi mengenai pendidikan luar sekolah didapatkan.

Walaupun kita telah dapat merealisasikan infrastruktur serta perangkatnya, hal tersebut menjadi tidak berguna apabila tidak ditunjang oleh SDM yang baik. Untuk mewujudkan SDM yang baik terutama dalam menggunakan perangkat teknologi informasi diperlukan pelatihan serta sosialisasi mengenai hal tersebut. Mungkin bagi stakeholder atau pelaksana teknis di bidang pendidikan luar sekolah, pelatihan berbasis teknologi informasi bukanlah barang baru. Sebab BPPLSP Regional V Makassar misalnya telah beberapa kali melaksanakan pelatihan seperti itu, tapi bagaimana bagi tutor atau peserta paket A, B, C misalnya. Pasti belum banyak yang mengenal hal tersebut. Oleh karena itu perlu dipikirkan suatu konsep yang dapat mengintegrasikan pengetahuan mengenai teknologi informasi pada seluruh lapisan masyarakat.

BPPLSP Regional V Makassar sendiri sebagai perpanjangan pemerintah pusat di daerah yang bertanggung jawab dibidang pendidikan luar sekolah telah berusaha mengembangkan perangkat-perangkat penunjang untuk penyebaran informasi pendidikan luar sekolah diantaranya pengembangan website, Pengembangan sistem informasi pendidikan luar sekolah, e-learning pendidikan luar sekolah. Sedangkan untuk ke depan BPPLSP Regional V telah merencanakan membuat suatu komunitas berbasis teknologi informasi di lingkup propinsi hingga pedesaan dalam program Cyber Village.

3. Pengembangan Televisi Pendidikan Indonesia untuk Pendidikan Luar Sekolah

Sejak REPELITA 1 sebenarnya pemerintah sudah berniat untuk mengembangkan siaran radio dan televisi pendidikan untuk peningkatan mutu sekolah dasar. Untuk keperluan itu berbagai studi dan langkah persiapan, termasuk pelaksanaan proyek perintisan telah pula dilakukan, dan sejumlah kebijakan telah pula di gariskan. Bahkan untuk pertama kali media pendidikan dicantumkan dalam Ketetapan MPR mengenai Garis Besar Haluan Negara, dimana ditentukan bahwa “media pendidikan serta fasilitas lainnya perlu terus disempurnakan, ditingkatkan, dan lebih didayagunakan.” (MPR-RI, 1988:70).

Bila kita kaji secara empirik , kita mengenal tiga macam strategi pengembangan penggunaan media komunikasi masa, terutama televisi,  untuk keperluan pendidikan dan atau komunikasi pembangunan, yaitu strategi perintisan atau percontohan, strategi penahapan dan strategi serentak. Strategi perintisan atau percontohan memang mempunyai landasan ilmiah yang lebih mantap karena berbagai komponen pengembangan dicobakan, dinilai, dan disempurnakan. Namun sering kali kegiatan perintisan ini diselenggarakan dalam skala yang terlalu kecil sehingga kurang mendapt arti secara nasional. Oleh karena itu sering kali tidak dapat “tinggal landas” untuk di difusikan secara meluas.

Contoh kategori siaran pendidikan luar sekolah :

a. Among Tani

Sasaran : warga pedesaan

Isi : bimbingan dan penyuluhan dalam bidang pertanian, termasuk perkebunan, peternakan, perikanan untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi, serta pengolahan dan pemasarannya.

Kriteria : instruksional disertai peragaan, visualisasi dan simulasi.

b. Para Pemuda

Sasaran : pemuda dan remaja

Isi : bimibngan untuk meimilih dan membina karir, di utamakan karir untuk berwiraswasta dan wirausaha.

Kriteria : instruksional disertai fragmen, uraian, peragaan dan ilustrasi.

Produksi dan pengadaan paket siaran. Yang dimaksud dengan produksi adalah membuat paket siaran sendiri (di dalam Negeri) berdasarkan naskah yang telah di rancang sesuai dengan kriteria mata acara. Sedangkan yang dimaksud dengan pengadaan paket siaran adalah pembelian atau perolehan rekaman yang sudah jadi, dan yang dinilai sesuai dengan kriteria mata acara dan kriteria penyiaran.


Sumber: http://myworld-mala.blogspot.com/2011/11/aplikasi-tik-dalam-pendidikan-luar.html

Selasa, 09 November 2021

Rancangan Produk TIK Dalam PNf

Rancangan Produk TIK Dalam Pendidikan Non Formal

Marfalak_19005026

TIK dalam PLS

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang


Hallo Guys! Gimana nih kabar sahabat?

Mudah-mudahan kabar baik yaaa... hehehe

By The Way, Thanks Ya dah buka Blog ni, Thanks kali lo.... Hehehe


Kali ini kita bakal bahas, gimana sih rancangan produk TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah?


Perencanaan adalah suatu proses. Proses perencanaan merupakan rangkaian urutan rasional di dalam penyusunan rencana. Proses mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: - Dapat disesuaikan dengan tujuan -Dapat disesuaikan dengan keterbatasan yang ada -Dapat dikembangkan sesuai dengan teknik dan kebutuhan tertentu (Wikipedia)


Pengertian produk secara umum adalah segala sesuatu yang mampu dihasilkan dari proses produksi berupa barang ataupun jasa yang nantinya bisa diperjualbelikan di pasar.


Pendapat lain ada yang mengatakan bahwa pengertian produk adalah suatu substansi yang diproduksi oleh pihak produsen dan ditawarkan ke pasar agar bisa memenuhi keperluan ataupun kebutuhan konsumen. Produk dalam hal ini bisa ditujukan untuk konsumen akhir ataupun konsumen antara.


Philip Kotler menjelaskan bahwa pengertian produk adalah segala hal yang bisa ditawarkan, dipunyai, dimanfaatkan ataupun dikonsumsi agar mampu memuaskan kebutuhan ataupun keperluan konsumen. Didalamnya mencakup wujud fisik, jasa, orang, tempat organisasi ataupun suatu ide.


Berdasarkan penjelasan tersebut, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengertian produksi adalah segala hal yang bisa ditawarkan di pasar agar bisa dikonsumsi atau digunakan untuk bisa memenuhi keperluan atau kebutuhan konsumen di segala bidang yang diperlukan.


Selanjutnya, Produk dalam pendidikan luar sekolah merupakan produk yang dibuat dan dirancang menggunakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, yang mana hal tersebut bisa menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi sasaran dalam produk tersebut.


Seterusnya, dalam produk tersebut sasarannya adalah warga belajar yang ada ditengah masyarakat. Dimana seorang pengelola ataupun sebagai pendidik masyarakat harus bisa dalam merancang produk tersebut, yang mana juga produk tersebut bisa dijadikan bahan sesuatu yang berharga dalam melaksanakan pembelajaran pada warga belajar.


Sebagai contoh produk pembelajaran berbasis TIK dalam pembelajaran masyarakat adalah suatu masyarakat yang dijumpai memiliki masalah dalam pembelajaran pemberdayaan masyarakat, dimana kelompok masyarakat memiliki potensi yang mumpuni baik itu potensi SDM maupun SDM nya. Selanjutnya mereka tidak tau bagaimana mengeksplor potensi tersebut.


Nah.. Disinilah peran seorang pengelola masyarakat berperan aktif, dimana ia bisa merancang suatu produk dalam memberdayakan potensi tersebut, semisal ia bisa merancang suatu bagaimana cara membuat proposal produk tersebut, bagaimana merancang potensi tersebut tersalurkan dan masih banyak lagi hal lain yang bisa dirancang dalam pemberdayaan masyarakat tersebut.


Sekian dari penulis sendiri, Semoga bermamfaat.

Jangan lupa buat ninggalin komentarnya guys :) 

Terimakasih...


Daftar Bacaan:


https://accurate.id/bisnis-ukm/pengertian-produk/ diakses pada 31 Oktober 2021

Minggu, 31 Oktober 2021

Rancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi

Rancangan Produk TIK Dalam Pendidikan Non Formal


Sumber: pendidikankedokteran.net
Marfalak_19005026
TIK dalam PLS
Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang

Hallo Guys! Gimana nih kabar sahabat?
Mudah-mudahan kabar baik yaaa... hehehe
By The Way, Thanks Ya dah buka Blog ni, Thanks kali lo.... Hehehe

Kali ini kita bakal bahas, gimana sih rancangan produk TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah?

Perencanaan adalah suatu proses. Proses perencanaan merupakan rangkaian urutan rasional di dalam penyusunan rencana. Proses mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: - Dapat disesuaikan dengan tujuan -Dapat disesuaikan dengan keterbatasan yang ada -Dapat dikembangkan sesuai dengan teknik dan kebutuhan tertentu (Wikipedia)

Pengertian produk secara umum adalah segala sesuatu yang mampu dihasilkan dari proses produksi berupa barang ataupun jasa yang nantinya bisa diperjualbelikan di pasar.

Pendapat lain ada yang mengatakan bahwa pengertian produk adalah suatu substansi yang diproduksi oleh pihak produsen dan ditawarkan ke pasar agar bisa memenuhi keperluan ataupun kebutuhan konsumen. Produk dalam hal ini bisa ditujukan untuk konsumen akhir ataupun konsumen antara.

Philip Kotler menjelaskan bahwa pengertian produk adalah segala hal yang bisa ditawarkan, dipunyai, dimanfaatkan ataupun dikonsumsi agar mampu memuaskan kebutuhan ataupun keperluan konsumen. Didalamnya mencakup wujud fisik, jasa, orang, tempat organisasi ataupun suatu ide.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa pengertian produksi adalah segala hal yang bisa ditawarkan di pasar agar bisa dikonsumsi atau digunakan untuk bisa memenuhi keperluan atau kebutuhan konsumen di segala bidang yang diperlukan.

Selanjutnya, Produk dalam pendidikan luar sekolah merupakan produk yang dibuat dan dirancang menggunakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, yang mana hal tersebut bisa menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi sasaran dalam produk tersebut.

Seterusnya, dalam produk tersebut sasarannya adalah warga belajar yang ada ditengah masyarakat. Dimana seorang pengelola ataupun sebagai pendidik masyarakat harus bisa dalam merancang produk tersebut, yang mana juga produk tersebut bisa dijadikan bahan sesuatu yang berharga dalam melaksanakan pembelajaran pada warga belajar.

Sebagai contoh produk pembelajaran berbasis TIK dalam pembelajaran masyarakat adalah suatu masyarakat yang dijumpai memiliki masalah dalam pembelajaran pemberdayaan masyarakat, dimana kelompok masyarakat memiliki potensi yang mumpuni baik itu potensi SDM maupun SDM nya. Selanjutnya mereka tidak tau bagaimana mengeksplor potensi tersebut.

Nah.. Disinilah peran seorang pengelola masyarakat berperan aktif, dimana ia bisa merancang suatu produk dalam memberdayakan potensi tersebut, semisal ia bisa merancang suatu bagaimana cara membuat proposal produk tersebut, bagaimana merancang potensi tersebut tersalurkan dan masih banyak lagi hal lain yang bisa dirancang dalam pemberdayaan masyarakat tersebut.

Sekian dari penulis sendiri, Semoga bermamfaat.
Jangan lupa buat ninggalin komentarnya guys :) 
Terimakasih...

Daftar Bacaan:

https://accurate.id/bisnis-ukm/pengertian-produk/ diakses pada 31 Oktober 2021

Minggu, 24 Oktober 2021

Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan Luar sekolah

Perancangan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Sumber: https://www.antaranews.com

Marfalak_19005026
TIK dalam PLS
Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang

Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Wikipedia

Teknologi Informasi dan komunikasi merupakan alat atau benda yang digunakan oleh orang-orang yang bisa memanfaatkannya, dimana hal tersebut bisa bermanfaat bagi mereka dalam setiap segi kehidupannya.

TIK dalam pendidikan luar sekolah sanagt diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran bagi peserta didik atau pendidikan bagi masyarakat.

Perancangan merupakan sutu proses penilaian , analisis , memperbaiki serta menyusun suatu sistem secara optimum untuk waktu yang akan datang . Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perancangan produk :  

1. Aktivitas untuk maksud tertentu
2. Sasaran pada pemenuhan kebutuhan manusia
3. Berdasarkan pada pertimbangan teknologi

Philip Kotler menjelaskan bahwa pengertian produk adalah segala hal yang bisa ditawarkan, dipunyai, dimanfaatkan ataupun dikonsumsi agar mampu memuaskan kebutuhan ataupun keperluan konsumen. Didalamnya mencakup wujud fisik, jasa, orang, tempat organisasi ataupun suatu ide.
Perancangan dan produksi produk teknologi dalam pendidikan

Perancangan Dan Produksi Produk Teknologi dalam pendidkan masyarakat bertujuan untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan, dalam hal ini permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Proses perancangan diawali dengan mengidentifikasi permasalahan masyarakat yang ada di sekitar kita.

Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat, termasuk teknologi informasi. Adanya perkembangan informasi yang cukup pesat ini juga berpengaruh besar pada bidang pendidikan. Dengan adanya teknologi yang cukup maju ini maka harus ada upaya yang perlu dilakukan agar dunia pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan yang ada di sekelilingnya.

Proses Pendidikan terutama proses pendidikan dewasa ini sudah bergeser kepada dominasi peran dari hasil adopsi dari inovasi kajian komunikasi digital atau komunikasi bermedia dengan pemanfaatan teknologi pendidikan (Abdulhak dan Darmawan 2013: 15).

Proses pendidikan tidak lagi hanya sekedar tatap muka dan komunikasi langsung namun sudah mulai memanfaatkan teknologi digital. Salah satu hambatan yang sering dialami oleh pendidik dalam kegiatan pembelajaran adalah menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan kegiatan belajar mengajar (Widiastuti 2014: 1). 

Hal ini terjadi seiring dengan perubahan pada lingkungan di masyarakat yang mulai beragam dan berfikiran modern. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan pola tradisional (Danim 2013: 1). 

Perancangan dan pembuatan media pembelajaran menggunakan metode Computer Based Instruction dapat menjadi solusi untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan metode Computer Based Instruction. 

Motivasi dalam penelitian ini adalah akan membuat media pembelajaran untuk pembelajaran dengan metode Computer Based Instruction pada pelajaran TIK kelas Paket B. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan media pembelajaran yang sesuai dengan konsep mengenai metode Computer Based Instruction.

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) merancang dan membuat media pada pembelajaran menggunakan metode Computer Based Instruction; 2) mengetahui kebutuhan perangkat aktual yang dibutuhkan dalam proses pembuatan dan perancangan media; 3) mengetahui keefektifan media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan metode Computer Based Instruction pada mata pelajaran TIK kelas Paket B.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran sehingga menjadi inovasi baru yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam kegiatan belajar mengajar serta menjadi pengalaman baru bagi siswa dalam meningkatkan kemampuan pada mata pelajaran TIK.


Sekian dulu ni sahabat blogger...

Banyak Maaf, Semoga bermanfaat


Jangan lupa buat ninggalin komentar mu yak...

Terimakasih....


Jumat, 15 Oktober 2021

Teknologi Informasi dan Komunikasi PLS

Perancangan Produk TIK dalam Pendidikan Masyarakat

Sumber: https://tirto.id/

Marfalak_19005026
TIK dalam PLS
Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang

Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Wikipedia

Teknologi Informasi dan komunikasi merupakan alat atau benda yang digunakan oleh orang-orang yang bisa memanfaatkannya, dimana hal tersebut bisa bermanfaat bagi mereka dalam setiap segi kehidupannya.

TIK dalam pendidikan luar sekolah sanagt diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran bagi peserta didik atau pendidikan bagi masyarakat.

Perancangan merupakan sutu proses penilaian , analisis , memperbaiki serta menyusun suatu sistem secara optimum untuk waktu yang akan datang . Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perancangan produk :  

1. Aktivitas untuk maksud tertentu
2. Sasaran pada pemenuhan kebutuhan manusia
3. Berdasarkan pada pertimbangan teknologi

Philip Kotler menjelaskan bahwa pengertian produk adalah segala hal yang bisa ditawarkan, dipunyai, dimanfaatkan ataupun dikonsumsi agar mampu memuaskan kebutuhan ataupun keperluan konsumen. Didalamnya mencakup wujud fisik, jasa, orang, tempat organisasi ataupun suatu ide.
Perancangan dan produksi produk teknologi dalam pendidikan

Perancangan Dan Produksi Produk Teknologi dalam pendidkan masyarakat bertujuan untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan, dalam hal ini permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Proses perancangan diawali dengan mengidentifikasi permasalahan masyarakat yang ada di sekitar kita.

Pokok-pokok dalam proses perancangan produk, adalah sebagai berikut.
1. Rancangan pendahuluan yaitu proses pengembangan ide-ide, baik dari pasar maupun teknologi.
2. Mengidentifikasi mana ide yang terbaik. Untuk dapat mengembangkan sebuah ide menjadi sebuah produk baru, ide-ide tersebut harus memenuhi beberapa pengujian/analisis, seperti:
  • Potensi pasar,
  • Kelayakan dari segi keuangan,
  • Kesesuaian operasi, dan
  • Produk memungkinkan untuk diproduksi. Untuk spesifikasi desain yang satu ini, dibutuhkan informasi mengenai :
  • Teknologi
  • Data pengendalian kualita
  • Tata cara pengujian penampilan produk
  • Dan sebagainya
3. Merancang prototipe, yaitu bentuk tiruan yang menyerupai produk akhir
4. Membuat sejumlah prototipe
5. Melakukan pengujian pasar terhadap prototipe, tujuannya untuk :
  • Mengumpulkan data kuantitatif tanggapan pelanggan mengenai produk tersebut.
  • Mengetahui penampilan teknis produk yang bersangkutan.
  • Melakukan perubahan-perubahan terhadap prototipe sesuai dengan hasil pengujian yang telah dilakukan.
6. Melakukan produksi awal , perancangan alat, dan penginstalan peralatan
7. Melakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan penampilan produk akhir.
8. Proses produksi

Dalam melakukan perancangan produk, terdapat kendala-kendala, antara lain:
1. Ide-ide yang muncul dalam perancangan produk baru sangat kurang
2. Persaingan pasar sangat ketat, sehingga perusahaan harus bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi.
3. Harus memperhatikan keselamatan konsumen. Konsumen harus dilindungi dari keamanan pemakaian produk dan akibat dari proses produksi, misal pencemaran lingkungan.
4. Biaya dalam perancangan produk baru sangat besar. Produk baru merupakan hasil dari sejumlah penelitian, pengujian, dan pengembangan produk, sehingga akan membutuhkan dana yang besar

Sekian dulu ni sahabat blogger...
Banyak Maaf, Semoga bermanfaat

Jangan lupa buat ninggalin komentar mu yak...
Terimakasih....

Sumber Bacaan:
https://edisilima.wordpress.com/proses-perancangan-produk/

TIK DALAM PENDIDIKAN NON FORMAL

Rancangan Produk TIK Dalam Pendidikan Non Formal Marfalak_19005026 TIK dalam PLS Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universita...